Tampilkan postingan dengan label tentang bintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang bintang. Tampilkan semua postingan

18/04/12

Tahun #6

Pagi benar akan datang

Tak perlu kau sapa lagi aku

Karena dunia menyapamu

Mengantarmu memulai hari


Hari baru?

Aku tak setuju.

Karena kita tak pernah meninggalkan yang lalu

Kau bawa semuanya, kau pecah dan kau gabung

Kita hanya kepingan yang disusun ulang


Published with Blogger-droid v2.0.1

Tahun #2

Kau bisa lupa yang kau katakan

Kau boleh hapus yang kau tulis

Di tengah gundah dalam kegelapan

Namun jangan menangis di tengah gerimis


Hujan yang lebih besar akan menjagamu

Memeluk tubuhmu yang dibasahi peluhku

Dosamu bukan dosaku, dan dosaku bukan dosamu

Meski bersama kita lakukan sejak dulu



Published with Blogger-droid v2.0.1

Tahun #4

Kelak usiamu bertambah

Sikapmupun akan berubah

Kenangan tentangkupun perlahan enyah

Dan muara hatimupun berpindah

Sumpahmu hanya tertulis denga darah

Kilaunya merah dan indah

Namun hujan akan membasuh semua getir

Hilang dan tak tersisa walau hanya sebutir

Anakmu akan bertanya pada ibunya

Kau menjawabnya ketika mereka dewasa,

Bahwa semua tentang cita dan rasa

Bukan untuk diperjuangkan oleh manusia

Published with Blogger-droid v2.0.1

18/02/12

Memeluk Bintang

Bintang ada di setiap saat.

Namun bintang hanya terlihat saat langit gelap.

Bintang ada untuk beri petunjuk bagi nelayan yang hilang.

Kadang bintang juga berbagi kehangatan.


Kadang katak merindukan bulan,

Gadis kecil ingin memetik bintang.

Kadang puisi hanya saduran,

Sisanya adalah hati yang rindu kasih sayang.


Memeluk bintang tak akan berarti

Jika jemari tak pegang janji

Memeluk bintang dengan hati

Hati yang takut, benci, dan telah terasakiti.


Langit cerah Februari

Memhuatku terus bermimpi

Mimpi berpuisi, mimpi bernyanyi,

Mimpi memeluk bintang di Karangmuni


Published with Blogger-droid v2.0.1

04/02/12

Bintang Kejora #4

Harus ku akui, aku terlalu lama berada disini, dalam gelap
meski kau coba menerangiku, meski kau coba jadi cahayaku
karena kau hanya bintang dan aku akan merindukan pagi.
harus ku akui, aku terlalu takut untuk berlari, kaki bergetar dan tak sanggup menginjak bumi pertiwi,
meski kau coba jadi tongkatku, meski kau bintang di pagi hari yang akan aku rindukan,
karena semua berakhir di malam ketika lilin padam diujung cium dan pelukan yang tertampik.

26/01/12

Bintang kejora #3

Karena lembar sejarah akan berganti, sebagian yang ada akan dilupa, sebagaian yang hilang akan terganti.
Tak semua orang ingin menjaga tiap lembarnya, tak semua orang butuh.
Tak semua orang ingin mengenangnya, tak seorangpun benar-benar butuh.
Jadi jika kau sebutir kunang-kunang dalam botol kaca tanpa tutup, kau punya hak untuk terbang.
Jika kau adalah seorang pengelana, kuatkah kakimu untuk menempuh seputaran danau penuh kertas ini?

Karena roda terus berputar dan aku tetap ada di belakang.

Kunang-kunang dalam botol tanpa tutup

Botol kaca, membiaskan semua cahaya yang menyapanya, menyisakan tanya pada refleksi mata yang menatapnya.
Botol kaca, tanpa tutup.
Tergeletak di padang rumput.
Hujan datang dan mengisinya dengan air.
Panas menyapanya dan menguapkan embun-embun.
Hujan turun lagi hanya untuk sekedar menyapa, mungkin dia bertanya apa masih ingat tentang hujan yang dulu?

Dan sebutir kunang-kunang datang padanya. Bersinar terang entah mengapa. Tidak menyapa namun tinggal bagaikan menunggu di bangku dengan penuh kecemasan. Terbang kian kemari di dalam botol tanpa tutup.

Tak ada yang memintanya tetap tinggal,
tak ada yang memintanya tetap bersinar,
Jika ada yang mencoba menangkapnya dengan menutup botol,
dia hanya akan mati.

Bintang Kejora #2

 Cahaya kunang-kunang nampak jelas hanya saat waktu malam tiba, di siang hari, dia tak lebih dari lalat dan nyamuk.
Kunang-kunang tidak lagi hinggap di ujung rerumputan di tanah kosong Malengkeri.
Kunang-kunang tidak lagi menerangi lorong-lorong kecil menuju rumahku.
Rumput hijau ku ganti dengan dinding putih yang dingin dan berdiri megah, berapa angkuhnya jika ku pikir kunang-kunang akan senang dan kagum dengan istana yang ku bangun untukku sendiri.

Botol kosong tanpa tutup melepaskan semua udara yang ada di dalamnya, menyisakan udara lainnya, botol tentu tetap ada tanpa udara yang pergi, bahkan tanpa udarapun botol masih tetap ada, namun akankah semua sama selagi kunang-kunang mencoba menjadi bintang pagiku?




Bintang Kejora #1

Setiap pagi ku harap mentari akan tetap terbit. Bintang kejorapun selalu ada untuk mengucapkan selamat pagi, harapku.
Pintaku mungkin terlalu egois, membiarkan mentari bersinar untukku dan bintang kejora tersenyum padaku tiap pagi tanpa memberinya balasan kecuali pulas tidurku.
Hingga saat langit mendung dan udara tak lagi mengizinkan aku istirahat dengan tenang di ranjangku, aku bangun dan meratapi kehilanganku akan bintang kejora.