06/02/12

Catatan Rapuh #5

Karena kita berkata bahwa kita akan selalu ada ketika mereka membutuhkan
dan kita berkata bahwa kita adalah sosok tegar tak kenal gentar yang akan berjalan lurus menembus lorong gelap menuju masa depan yang tak pernah datang.
Karena kita berkata bahwa badai ini akan berlalu,
namun tak sepercik sinarpun menembus awan mendung ini,
karena sakitnya nyata.

05/02/12

Catatan Rapuh #2

aku ingin lupa bahwa dia hanya seseorang yang ku temui di keramaian.
Aku ingin lupa bahwa itu bukanlah keramaian pertama yang ku temukan mengerumuni diriku, walaupun itu menjadi yang terasyik.
Seakan aku lupa bahwa keramaian itu ada tanpanya,
seakan aku akan terus meronta akan sepiku ketika dia tidak menyatakan kebersamaannya denganku.
Lalu aku berkata bahwa dialah pemegang hidupku.
hingga aku lelah dengan kesepian ini,
lalu orang lain datang menawarkan keramaian serupa,
lalu semua dimulai dari awal, meski tak sama.

ini bukan tentang rapuh, ini hanya tentang hidup dengan masa lalu yang ingin ku lupakan. Seakan aku lupa bahwa usiaku mungkin tinggal 2 tahun lagi.

Mata Minus dalam Botol

Kamu lagi.
terus meludah dengan percikan omongan yang selalu berbeda tiap harinya.
dan sekarang kamu bilang mau menuju masa depan yang cerah, yaitu jalan indah yang dulu ku tempuh.

terserah ya.

mataku sakit melihat jalan lurus kedepan, sepertinya butuh kacamata.
kacamata sungguhan.

04/02/12

Bintang Kejora #4

Harus ku akui, aku terlalu lama berada disini, dalam gelap
meski kau coba menerangiku, meski kau coba jadi cahayaku
karena kau hanya bintang dan aku akan merindukan pagi.
harus ku akui, aku terlalu takut untuk berlari, kaki bergetar dan tak sanggup menginjak bumi pertiwi,
meski kau coba jadi tongkatku, meski kau bintang di pagi hari yang akan aku rindukan,
karena semua berakhir di malam ketika lilin padam diujung cium dan pelukan yang tertampik.

01/02/12

Sayembara di Bawah Langit Abu-abu

Seisi dunia bagaikan sebuah sayembara,
di dalamnya kita dapat bersandiwara,
menang dan kalah bukan tujuannya,
maka menangis dan bersedih tak ada gunanya.

Ceritakan kembali padaku, tentang sayembara di langit abu-abu itu. Kejadian dimana kamu dan aku, dan mungkin juga mereka bersembunyi dibalik seperlindungan kecil masing-masing?

Ceritakan padaku bila kau memang peduli...
namun ku rasa kau tak peduli.
sayembara ini memang belum berakhir,
hanya bisa terus berusaha dan biarkan Dewan Juri yang memutuskan.
entahlah!