Apa yang lebih manis dari menunggu hujan reda bersama?
Akankah hujan ini reda? akan kah kita selalu bersama?
Masa depan itu penuh tanda tanya,
hanya perlu keberanian untuk menjalaninya.
"Apa yang manis dari menunggu hujan reda bersama?
Hujan tak juga reda, harusnya kita tak lagi bersama"
Perkataanmu dingin seperti angin Januari.
Kau tak melihat jalan di depan sana dan kau belok ke kiri.
Bagimu sebuah kepastian lebih manis dari menunggu hujan reda bersama,
kau takut akan gelap dan pergi menuju terang sebelum petang menjelang,
hujan bukan lagi alasan untuk menahanmu,
basah... bukan lagi masalah.
Apa yang lebih dingin dari menatapi hujan sendiri?
hujan yang tak kunjung berhenti,
akankah dia berakhir? akankah hangat menjemputku?
Bagiku sudah tak ada artinya lagi.
21/01/14
28/09/13
Selepas Hujan
Dia adalah rotasi,
berlalu bersama senja
Namun kau ingin disini,
hingga habis masa muda
Itu mimpi, itu cita,
dengannya kau bahagia
namun masa harus berganti
seperti sepatumu yang penuh duri
Dia adalah bumi,
wangi tanah selepas hujan,
peluh yang warnai memori,
namun kini di seberang lautan
itu mimpi, sebuah cerita,
tanpanya dia tak ada
namun kau rindukan hari-hari
dan berharap semua tetap begini
Lepaslah sepatumu dan seberangi laut biru
Tataplah langit bertabur pasir
Berlarilah denganku di Samosir
Lebarkan lenganmu dan lompati Teluk Bone
kejarlah bintang yang berjatuhan
arungi laut di ujung hujan
berlalu bersama senja
Namun kau ingin disini,
hingga habis masa muda
Itu mimpi, itu cita,
dengannya kau bahagia
namun masa harus berganti
seperti sepatumu yang penuh duri
Dia adalah bumi,
wangi tanah selepas hujan,
peluh yang warnai memori,
namun kini di seberang lautan
itu mimpi, sebuah cerita,
tanpanya dia tak ada
namun kau rindukan hari-hari
dan berharap semua tetap begini
Lepaslah sepatumu dan seberangi laut biru
Tataplah langit bertabur pasir
Berlarilah denganku di Samosir
Lebarkan lenganmu dan lompati Teluk Bone
kejarlah bintang yang berjatuhan
arungi laut di ujung hujan
28/06/13
Pecundang, Pemenang, dan Pemuda Pancasila (#2)
Aku bukan pengecut,
aku hanya pecundang,
aku tak pernah takut
pada masa depan yang menghadang
Aku bukan pengecut,
aku cuma pembohong,
nyaliku tak ciut,
pikiranku hanya kosong
Aku adalah penerus langkah bangsa
berjalan tanpa putus asa,
mengejar metor yang menari di angkasa
terbang bagai kawanan angsa
Aku bersayap bagai Garuda
berdiri tegak bagai tiang bendera
tak pernah gentar bagai pahlawan
meski tak punya mimpi tuk diperjuangkan
aku hanya pecundang,
aku tak pernah takut
pada masa depan yang menghadang
Aku bukan pengecut,
aku cuma pembohong,
nyaliku tak ciut,
pikiranku hanya kosong
Aku adalah penerus langkah bangsa
berjalan tanpa putus asa,
mengejar metor yang menari di angkasa
terbang bagai kawanan angsa
Aku bersayap bagai Garuda
berdiri tegak bagai tiang bendera
tak pernah gentar bagai pahlawan
meski tak punya mimpi tuk diperjuangkan
01/06/13
Pertengkaran
Bukan perang, bukan tawuran
hanya sepercik perdebatan
manusia tak ada yang sama
tak ada yang sempurna
wajar saja jika tinggikan nada
saat berbicara dengan sesama
karena kita manusia
Namun rungu mu,
pernahkah sekali saja kau pastikan fungsinya
untuk mendengar suara semesta
bukan hanya lelucon yang mengundang tawa
Namun otakmu,
pernahkan kau pastikan gunanya,
untuk memikirkan nasib sesama
bukan hanya kesenangan dan isi perutmu saja
dan dinding kamarmu,
terdapat cermin disitu
lihatlah pada wajah keringmu
dan tampar agar wajah itu sadar
Ini bukan makian,
hanya uraian perdebatan
otak kiri dan otak kanan
serta rokok dalam kemasan
hanya sepercik perdebatan
manusia tak ada yang sama
tak ada yang sempurna
wajar saja jika tinggikan nada
saat berbicara dengan sesama
karena kita manusia
Namun rungu mu,
pernahkah sekali saja kau pastikan fungsinya
untuk mendengar suara semesta
bukan hanya lelucon yang mengundang tawa
Namun otakmu,
pernahkan kau pastikan gunanya,
untuk memikirkan nasib sesama
bukan hanya kesenangan dan isi perutmu saja
dan dinding kamarmu,
terdapat cermin disitu
lihatlah pada wajah keringmu
dan tampar agar wajah itu sadar
Ini bukan makian,
hanya uraian perdebatan
otak kiri dan otak kanan
serta rokok dalam kemasan
13/04/13
Tuan
Aku adalah raja takabur yang mempertuhan diriku atas hidupmu
aku ingin kau korbankan segalanya untukku
bangunlah sebuah altar
persembahkan segala kesedihanmu di atasnya.
aku ingin kau korbankan segalanya untukku
bangunlah sebuah altar
persembahkan segala kesedihanmu di atasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)