13/04/13

Tuan

Aku adalah raja takabur yang mempertuhan diriku atas hidupmu
aku ingin kau korbankan segalanya untukku
bangunlah sebuah altar
persembahkan segala kesedihanmu di atasnya.

28/01/13

Dimensi Kosong

Konsistensi, ruang-ruang kosong benakku

Eksistensi, kehadiranmu-kehadiranku adalah sebuah takdir

Puisi, omong kosong dengan rima

Konstitusi, penjara kebebasan berespresi

Asmara, membara dalam dada

Kamu, ada dan tiada di hidupku

Aku, bukan seorang yang pandai menyair,


Baris-baris ini bukan jenis puisi, hanya sebuah karya dari pikiran yang terjebak dalam dimensi kosong.


Published with Blogger-droid v2.0.1

19/01/13

Foto Bersama #2

Aku tak tahu apa semua merasa sesenang ini saat melihat foto kita.
Kita semua tersenyum dalam foto itu, seolah kita memang selalu tersenyum bersama.
Sejak Semula kita bukan anak sekolahan, kita telah tumbuh dewasa.

Pixel-pixel gambar bisu dan puisi abu-abu
tak akan pernah cukup merekam tahun-tahun yang berlalu,
kalian tahu.

Maka tulislah semua itu dalam kenangan kalian sendiri,
kenanglah semua semanis senyum dalam foto bersama ini.

Foto Bersama #1

Aku tak tahu apa semua merasa sesenang ini saat melihat foto kita.
Kita semua tersenyum dalam foto itu, seolah kita memang selalu tersenyum bersama.
Wajah-wajah mulus itu tak menampakkan luka yang timbulkan cerca,
wajah-wajah mulus itu bersih seperti kesalahan-kesalahan kita.
Kita semua bersama, tersenyum dan tertawa
Dalam satu lembar dimana tak ada yang pisahkan kita
kecuali garis hitam dan perbedaan warna.

Aku ingin kalian semua merasakan ini,
bukan dendam, bukan sepi, bukan pula iri.
Hanya saja tahun-tahun terlalu cepat terlewati,
ingin segera kuselesaikan dan kuputar kembali,
sayangnya itu hanya kuasa Ilahi.

Perbedaan warna itu hanya ilusi,
seperti masa lalu yang hanya angan dan interpretasi,
tapi kadang hal yang menyakiti
tetap tersimpan di hati.

Waktu akan segera berlalu,
kalianpun tahu,
bahwa dendam, sepi, dan iri itu
beserta luka yang kalian tinggalkan di punggungku
hanya akan tersimpan dalam pixel-pixel foto dan puisi si bisu.

Kita memang tak akan selalu bersama,
tapi aku yakin meski terpisah nanti kita tetap bisa tersenyum sendiri-sendiri.

21/12/12

Terlalu Kecil

Suatu hari datang kepadaku
Seorang anak yatim lagi piatu
Dia bukannya tak punya ayah atau ibu
hanya saja, mereka dimana, dia tak tahu.

Anak itu bertanya kepadaku,
"bagaimana rasanya punya ibu?"
aku tersenyum karena malu
mungkin tak akan terasa karena ibu selalu disitu

Kau tak akan pernah bisa rasakan indahnya hidupmu
karena segala yang kau ingini telah ada,
keserakahanmu akan dunia dan segala sesuatu,
apa kau lupa bahwa kau dulu hanya anak kecil tak berdaya?

Anak itu kembali bertanya,
"bagaimana hangatnya pelukan ibu?"
air bercucuran dari matanya yang menganga
kemalangan nasibnya menertawakanku

andai aku ingat rasanya,
andai aku ingin mengingat rasanya,
dalam perjalananku aku merasa tak dicinta,
ku ingin pelukan ribuan wanita.

lalu aku lupa pada dirinya,
pelukan pertama yang ku peroleh di dunia,
kasih tulus sepanjang masa,
surga di telapak kakinya.