Bagaikan daun-daun kering
jatuh dan terbawa sungai bening
tak satupun tersisa di ranting-ranting
hanya pucuk-pucuk hijau kuning
bagaikan tembok kuat di tepi tebing
dibangun dengan air mata dan kerut kening
akan runtuh menjadi puing-puing
menyatu dengan hening
Dan semua umat manusia
Tak akan ada yang tersisa
semua akan binasa
tinggal kenangan dan dosa
Hari ini aku berdiri,
di sini, di satu sisi bumi,
mengukir dosa dalam kemenangan
mengukir kenangan
27/07/09
Metamorfosis Rasa Rindu
Lama tak bertemu
Tebarkan bibit rindu
Buahkan pilu
Yang merayap perlahan menguasai kalbu
Ku tahu kau tahu
Dan kau tahu itu
Tapi kau biarkan bagai angin lalu
melewati jalanan terbangkan debu
Bagai nyamuk yang mengganggu
untukmu begitulah aku
kau singkirkan dengan tanganmu
lalu kau buang semaumu
betapa tebal rinduku
Setebal gunung beribu-ribu
Rindu itu kini berubah menjadi batu
dan ku harap menghantam kepalamu!!!
Tebarkan bibit rindu
Buahkan pilu
Yang merayap perlahan menguasai kalbu
Ku tahu kau tahu
Dan kau tahu itu
Tapi kau biarkan bagai angin lalu
melewati jalanan terbangkan debu
Bagai nyamuk yang mengganggu
untukmu begitulah aku
kau singkirkan dengan tanganmu
lalu kau buang semaumu
betapa tebal rinduku
Setebal gunung beribu-ribu
Rindu itu kini berubah menjadi batu
dan ku harap menghantam kepalamu!!!
01/06/09
Cahaya malam ini
Cahaya penuhi jalanan
malam ini tak kunjung padam
kegelapan hanya ada dalam khayalan
cerita tentang masa lalu dari kejayaan
Tak cukup semua pengorbanan
berarti kosong dan pertanyaan
tak ada yang inginkan jawaban
tak ada yang inginkan penjelasan
Hanya kita yang berjalan
dalam gelap malam
dan kaki telanjang
Namun cahaya telah memenuhi jalanan
malam ini tak kunjung padam
kegelapan hanya ada dalam khayalan
cerita tentang masa lalu dari kejayaan
Tak cukup semua pengorbanan
berarti kosong dan pertanyaan
tak ada yang inginkan jawaban
tak ada yang inginkan penjelasan
Hanya kita yang berjalan
dalam gelap malam
dan kaki telanjang
Namun cahaya telah memenuhi jalanan
Tentang Cinta dan kawan-kawannya
Mereka terlahir dalam putaran waktu,
hasil karya para pengguna waktu yang terdiri dari akal dan perasaan.
Akal, selalu mencoba menuju kebenaran, walau kebenaran itu terlalu tinggi untuk seluruh anak tangga akal.
Perasaan, selalu mencoba menemukan tempat terbaik baginya, terkadang dia menuntun akal untuk menuju tempat terbaik baginya.
namun terkadang, perasaan terlalu jauh melangkah dan menemukan tempat antah berantah baginya.
terlalu jauhnya perasaan membuat akal bahkan tak dapat mengetahui tempat apa itu.
maka, akal bersama akal dari perasaan lainnya mencoba menentukan nama tempat bagi perasaan itu masing-masing, agar mereka lebih mudah menemukan jalan menuju tempat tersebut dengan waktu tersingkat.
maka, akal-akal tersebut membentuk unsur-unsur dalam bahasa,
unsur-unsur yang mereka anggap akan lebih mudah menggambarkan peta dan keadaan perasaan,
maka muncullah cinta dan kawan-kawannya.
hasil karya para pengguna waktu yang terdiri dari akal dan perasaan.
Akal, selalu mencoba menuju kebenaran, walau kebenaran itu terlalu tinggi untuk seluruh anak tangga akal.
Perasaan, selalu mencoba menemukan tempat terbaik baginya, terkadang dia menuntun akal untuk menuju tempat terbaik baginya.
namun terkadang, perasaan terlalu jauh melangkah dan menemukan tempat antah berantah baginya.
terlalu jauhnya perasaan membuat akal bahkan tak dapat mengetahui tempat apa itu.
maka, akal bersama akal dari perasaan lainnya mencoba menentukan nama tempat bagi perasaan itu masing-masing, agar mereka lebih mudah menemukan jalan menuju tempat tersebut dengan waktu tersingkat.
maka, akal-akal tersebut membentuk unsur-unsur dalam bahasa,
unsur-unsur yang mereka anggap akan lebih mudah menggambarkan peta dan keadaan perasaan,
maka muncullah cinta dan kawan-kawannya.
Mati Tertabrak Kereta Api di Perempatan Jalan
Seisi dunia sudah kuberikan
semua warna telah ku lukiskan
semua cahaya memenuhi jalanan
namun kau tetap saja bosan
Malam begitu indah,
langit bertaburan bintang,
cahaya memenuhi jalanan
namun aku masih merasa bosan
mengapa tidak kau berjalan
menembus perempatan
telanjang dan teriakkan
bahwa aku bajingan
Ku terus bertahan
kau pergi ku relakan
kau kembali aku izinkan
hanya saja aku bosan
semua warna telah ku lukiskan
semua cahaya memenuhi jalanan
namun kau tetap saja bosan
Malam begitu indah,
langit bertaburan bintang,
cahaya memenuhi jalanan
namun aku masih merasa bosan
mengapa tidak kau berjalan
menembus perempatan
telanjang dan teriakkan
bahwa aku bajingan
Ku terus bertahan
kau pergi ku relakan
kau kembali aku izinkan
hanya saja aku bosan
Langganan:
Komentar (Atom)