"Merdeka!!!"
"hari ini kita Merdeka!!!"
teriakan itu bergema di sepanjang jalan,
di setiap sudut kota, di setiap ruang hampa,
"merdeka!!!"
setiap mulut dan tenggorokan serukan "merdeka!!!"
hari ini menggema, pagi hingga malam...
masih menggema,
orang tua berjalan menggandeng cucunya yang baru bisa berjalan,
bersama menuju kaki tiang bendera,
terjatuh, bangun, berdiri, terjatuh lagi dan merangkak,
agar mereka dapat lihat kibarnya, bebas, menusuk labgit tanpa batas,
dan agar mereka bisa berteriak dengan keras
"merdeka!!!"
bahkan pemulung membuang seluruh harta yang dia pungut, untuk semata-mata bisa dirikan sebuah tiang bambu dan bendera yang denga bangga dia kibarkan di atas tanah yang kakeknya pernah bilang
"merdeka!!!"
tapi aku idiot,
hanya bisa gambarkan aih dan ih,
hanya bisa sebut dua warna untuk lambangkan satu bangsa, satu nusa, yang susah payah baru dapat disebut dengan satu kata dalam satu bahasa "merdeka!!!"
dan orang-orang yang lebih bodoh dari aku, mengajukan satu pertanyaan yang lebih pintar dari pertanyaanku
"merdeka?"
aku bertanya-tanya dalam sorak sorai semangat anak muda yang merasa mereka merdeka sambil menikmati indahnya penjajahan,
itu, yah, itu,
semua itu ada di negeri ini,
yang sudah merdeka,
sudahkah merdeka?
16/08/09
27/07/09
Mengukir Kenangan
Bagaikan daun-daun kering
jatuh dan terbawa sungai bening
tak satupun tersisa di ranting-ranting
hanya pucuk-pucuk hijau kuning
bagaikan tembok kuat di tepi tebing
dibangun dengan air mata dan kerut kening
akan runtuh menjadi puing-puing
menyatu dengan hening
Dan semua umat manusia
Tak akan ada yang tersisa
semua akan binasa
tinggal kenangan dan dosa
Hari ini aku berdiri,
di sini, di satu sisi bumi,
mengukir dosa dalam kemenangan
mengukir kenangan
jatuh dan terbawa sungai bening
tak satupun tersisa di ranting-ranting
hanya pucuk-pucuk hijau kuning
bagaikan tembok kuat di tepi tebing
dibangun dengan air mata dan kerut kening
akan runtuh menjadi puing-puing
menyatu dengan hening
Dan semua umat manusia
Tak akan ada yang tersisa
semua akan binasa
tinggal kenangan dan dosa
Hari ini aku berdiri,
di sini, di satu sisi bumi,
mengukir dosa dalam kemenangan
mengukir kenangan
Metamorfosis Rasa Rindu
Lama tak bertemu
Tebarkan bibit rindu
Buahkan pilu
Yang merayap perlahan menguasai kalbu
Ku tahu kau tahu
Dan kau tahu itu
Tapi kau biarkan bagai angin lalu
melewati jalanan terbangkan debu
Bagai nyamuk yang mengganggu
untukmu begitulah aku
kau singkirkan dengan tanganmu
lalu kau buang semaumu
betapa tebal rinduku
Setebal gunung beribu-ribu
Rindu itu kini berubah menjadi batu
dan ku harap menghantam kepalamu!!!
Tebarkan bibit rindu
Buahkan pilu
Yang merayap perlahan menguasai kalbu
Ku tahu kau tahu
Dan kau tahu itu
Tapi kau biarkan bagai angin lalu
melewati jalanan terbangkan debu
Bagai nyamuk yang mengganggu
untukmu begitulah aku
kau singkirkan dengan tanganmu
lalu kau buang semaumu
betapa tebal rinduku
Setebal gunung beribu-ribu
Rindu itu kini berubah menjadi batu
dan ku harap menghantam kepalamu!!!
01/06/09
Cahaya malam ini
Cahaya penuhi jalanan
malam ini tak kunjung padam
kegelapan hanya ada dalam khayalan
cerita tentang masa lalu dari kejayaan
Tak cukup semua pengorbanan
berarti kosong dan pertanyaan
tak ada yang inginkan jawaban
tak ada yang inginkan penjelasan
Hanya kita yang berjalan
dalam gelap malam
dan kaki telanjang
Namun cahaya telah memenuhi jalanan
malam ini tak kunjung padam
kegelapan hanya ada dalam khayalan
cerita tentang masa lalu dari kejayaan
Tak cukup semua pengorbanan
berarti kosong dan pertanyaan
tak ada yang inginkan jawaban
tak ada yang inginkan penjelasan
Hanya kita yang berjalan
dalam gelap malam
dan kaki telanjang
Namun cahaya telah memenuhi jalanan
Tentang Cinta dan kawan-kawannya
Mereka terlahir dalam putaran waktu,
hasil karya para pengguna waktu yang terdiri dari akal dan perasaan.
Akal, selalu mencoba menuju kebenaran, walau kebenaran itu terlalu tinggi untuk seluruh anak tangga akal.
Perasaan, selalu mencoba menemukan tempat terbaik baginya, terkadang dia menuntun akal untuk menuju tempat terbaik baginya.
namun terkadang, perasaan terlalu jauh melangkah dan menemukan tempat antah berantah baginya.
terlalu jauhnya perasaan membuat akal bahkan tak dapat mengetahui tempat apa itu.
maka, akal bersama akal dari perasaan lainnya mencoba menentukan nama tempat bagi perasaan itu masing-masing, agar mereka lebih mudah menemukan jalan menuju tempat tersebut dengan waktu tersingkat.
maka, akal-akal tersebut membentuk unsur-unsur dalam bahasa,
unsur-unsur yang mereka anggap akan lebih mudah menggambarkan peta dan keadaan perasaan,
maka muncullah cinta dan kawan-kawannya.
hasil karya para pengguna waktu yang terdiri dari akal dan perasaan.
Akal, selalu mencoba menuju kebenaran, walau kebenaran itu terlalu tinggi untuk seluruh anak tangga akal.
Perasaan, selalu mencoba menemukan tempat terbaik baginya, terkadang dia menuntun akal untuk menuju tempat terbaik baginya.
namun terkadang, perasaan terlalu jauh melangkah dan menemukan tempat antah berantah baginya.
terlalu jauhnya perasaan membuat akal bahkan tak dapat mengetahui tempat apa itu.
maka, akal bersama akal dari perasaan lainnya mencoba menentukan nama tempat bagi perasaan itu masing-masing, agar mereka lebih mudah menemukan jalan menuju tempat tersebut dengan waktu tersingkat.
maka, akal-akal tersebut membentuk unsur-unsur dalam bahasa,
unsur-unsur yang mereka anggap akan lebih mudah menggambarkan peta dan keadaan perasaan,
maka muncullah cinta dan kawan-kawannya.
Langganan:
Komentar (Atom)