Buaya, yang datang dari kolong-kolong
Kini kau lewati lorong-lorong
Berenang di gorong-gorong
mengganggu pengendara kereta dorong
Buaya, berjalan dengan indahnya
menggoyang-goyang lidahnya
mendendangkan lagu khas daerahnya
mengisi penuh hidup dengan gairahnya
Buaya, kini naik sepeda
sepeda roda dua
apa bisa menjalani semua
lalulintas sangat berbahaya
Buaya, suka sama anak tetangga
meski masih balita
namun lezat katanya
memang dasar buaya...
05/02/10
Tobat
Aku telinga yang haus akan nada
ingin kudengar semua lagu di dunia
Aku adalah petikan dawai tak bersuara
mengalunkan getar-getar ke jiwa
Aku adalah raga yang terlena
terbuai oleh indahnya yang fana
seumur hidupku menjauhkanku dari surga
mendekatkanku dengan neraka
Tak akan sanggup segenap hatiku
Tak akan cukup seumur hidupku
tetap ku bulatkan tekatu
ku akan abdikan sisa nafasku,
mengabdi di jalan-Mu.
ingin kudengar semua lagu di dunia
Aku adalah petikan dawai tak bersuara
mengalunkan getar-getar ke jiwa
Aku adalah raga yang terlena
terbuai oleh indahnya yang fana
seumur hidupku menjauhkanku dari surga
mendekatkanku dengan neraka
Tak akan sanggup segenap hatiku
Tak akan cukup seumur hidupku
tetap ku bulatkan tekatu
ku akan abdikan sisa nafasku,
mengabdi di jalan-Mu.
Bukan Teman Biasa
Adalah malam saat kau usap airmataku
dan ku tiup debu-debu di dahimu
dan pagi saat embun kembali
meresap ke inti bumi
Tapi bukan tawa setiap hari
bukan pula harta dari seluruh negeri
bukan, bukan itu yang ku cari
maka maaf jika dari kenyataan ini aku berlari
Kita bukan ada di satu waktu
bukan ada karena situasi tertentu
bukan kebetulan kita bertemu
kita terikat pada keabadian yang semu
dan ku tiup debu-debu di dahimu
dan pagi saat embun kembali
meresap ke inti bumi
Tapi bukan tawa setiap hari
bukan pula harta dari seluruh negeri
bukan, bukan itu yang ku cari
maka maaf jika dari kenyataan ini aku berlari
Kita bukan ada di satu waktu
bukan ada karena situasi tertentu
bukan kebetulan kita bertemu
kita terikat pada keabadian yang semu
Badut Kuning
terduduk aku di kursi kuning
menanti telephon genggam berdering
tapi kini suasana hening
aku mulai mengerutkan kening
badut masih duduk dengan dungu
Ku masih setia menunggu
Dia yang berbaju ungu
untuk lewati akhir minggu
Televisi putar lagu lama
selama aku menunggu disana
kadang jantungku berdetak berirama
seirama nafasku yang tak bernada
kursi kuning milik sang kaya
sediakan es-krim bagi mahasiswa ilmu budaya
dan bagi mereka yang tak berbahaya
bagi mereka yang datang tanpa bom cahaya
tapi ku tetap menunggu
bersama badut yang dungu
kapan datang si baju ungu
kini sudah satu minggu
menanti telephon genggam berdering
tapi kini suasana hening
aku mulai mengerutkan kening
badut masih duduk dengan dungu
Ku masih setia menunggu
Dia yang berbaju ungu
untuk lewati akhir minggu
Televisi putar lagu lama
selama aku menunggu disana
kadang jantungku berdetak berirama
seirama nafasku yang tak bernada
kursi kuning milik sang kaya
sediakan es-krim bagi mahasiswa ilmu budaya
dan bagi mereka yang tak berbahaya
bagi mereka yang datang tanpa bom cahaya
tapi ku tetap menunggu
bersama badut yang dungu
kapan datang si baju ungu
kini sudah satu minggu
Yen ing tawang
yen ing tawang ono lintang cah ayu
aku ngenteni tekamu
marang mego ing angkasa nimas
sun takokke pawartamu
janji-janji aku eling cah ayu
semedhot rasaning ati
lintang-lintang ngiwi-iwi nimas
tresnaku sundul riyadi
dek semono janjimu disekseni
mego kartiko kaire roso tresno asih
yen ing tawang ono lintang cah manis
rungokno tagising ati
pinerung swara ning ratri nimas
ngeteni mbulan ndadari i
aku ngenteni tekamu
marang mego ing angkasa nimas
sun takokke pawartamu
janji-janji aku eling cah ayu
semedhot rasaning ati
lintang-lintang ngiwi-iwi nimas
tresnaku sundul riyadi
dek semono janjimu disekseni
mego kartiko kaire roso tresno asih
yen ing tawang ono lintang cah manis
rungokno tagising ati
pinerung swara ning ratri nimas
ngeteni mbulan ndadari i
Langganan:
Komentar (Atom)